3 Faktor Bikin Milan Bisa Akhiri Puasa Lima Tahun

60 views

Di era 1990an hingga 2000an, Milan memang menjadi salah satu tim yang menakutkan. Kala itu, mereka berhasil menjajah kompetisi Serie A dan benua biru.

Rossoneri yang dililit rimbag memaksa mereka mendagangkan sebanyak pemain bintang, yang berhasil membawa mereka berjaya pada waktu itu itu.

Milan paling akhir kali berjaya di italia pada musim 2011. waktu itu, Rossoneri yang dilatih Massimiliano Allegri berhasil menjadi juara Serie A. sesudah itu, kejayaan Rossoneri seolah hilang ditelan waktu.

pengasuh silih bertukar datang, tapi prestasi tidak kunjung menjadi baik. Mauro Tassotti, Clarence Seedorf, hingga Sinisa Mihajlovic, tidak mampu melakukan pengembalian nama besar Milan.

hingga selanjutnya manajemen Rossoneri menunjuk Vincenzo Montella. ketetapan itu amat tepat disebabkan Montella berhasil membawa Rossoneri menjadi juara.

selanjutnya ini, zb akan berusaha, mengupas 3 faktor yang bisa buat Milan berhasil menamatkan puasa sesudah 5 tahun.

1. Montella Mengikis Mental Medioker

waktu tetap menjadi pemain, Vincenzo Montella ialah salah satu tukang serang yang cukup menakutkan dan berhasil di italia. sesudah pensiun, Montella pun meneruskan kariernya menjadi pengasuh.

Dia mengawali kariernya Roma, sebelum meneruskannya ke Catania dan Fiorentina. La Viola, nama Montella semakin bersinar. Walau tidak diperkuat pemain bintang, Fiorentina membuat kejutan berhasil finis di peringkat empat pada musim 2012/13.

Pada musim ke-2nya, Montella juga berhasil membawa Fiorentina melesat ke partai final Piala italia. Sayang, La Viola gagal menjadi juara sesudah dikalahkan Napoli skor 3-1 pada partai final.

Di Samping ke final Coppa italia, Montella juga berhasil membawa Fiorentina melesat ke babak semifinal Liga Europa. Sayang, langkah Rossoneri kembali di stop oleh Sevilla.

sesudah dipecat manajemen Fiorentina, Montella selanjutnya mengambil ketetapan untuk terima pinangan Sampdoria sebelum ditunjuk beri besutan Milan pada Juni 2016.

Ketampilan Montella memberikan angin fresh bagi Milan. Montella berhasil mengikis mental medioker yang menghinggapi Rossoneri dalam satu tahun paling akhir.

pada prinsipnya, Montella memakai formasi 4-3-3. Tetapi pada penerapannya di lapangan seringkali berpindah tempat mencocokkan situasi.

pada waktu itu lakukan serangan, Milan bertransformasi dari 4-3-3 menjadi 3-4-3. seperti itu juga waktu bertahan, Milan bertransformasi dari 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 atau 4-4-1-1.

disamping itu, cara pendekatan yang tidak sama menjadikannya lebih mempunyai kharisma di mata para pemain dan fans, dan itu bisa bikin para pemain lebih terpacu untuk bermain baik.

2. maksimumkan Potensi Pemain Muda

Dalam satu tahun paling akhir, Milan memang amat pasif di Transfer window. seperti itu juga Transfer window pemain pada musim lalu.

Walau seperti itu, hal tersebut tidak bikin Montella patah arang. Arsitek mempunyai usia 42 tahun pun menggunakan supaya bermanfaat skuat Milan yang ada sekarang ini.

Pemain muda layaknya Gianluigi Donnarumma dan Manuel Locatelli mulai dipercaya untuk menguatkan tim inti. Praktis cuma Carlos Bacca, pemain Milan yang berlabel mahal.

keyakinan Montella kepada pemain muda membuahkan manis. Locatelli mulai menunjukkan taringnya memproduksi gol demi gol untuk Rossoneri.

Di Samping Locatelli, beberapa pemain muda yang lain pun semakin matang di bawah asuhan Montella. Donnarumma contohnya. Kiper mempunyai usia 17 tahun itu senantiasa tampil cemerlang dalam menjaga gawang Milan.

lantas ada nama Gianluca Lapadula dan Suso yang menjadi naik dalam beberapa kompetisi paling akhir. itu ialah buah dari kesabaran manajemen Milan.

3. Kehebatan Donnarumma Halau terjangan gempuran Juventus

Keberhasilan Juventus menjadi juara Piala Super italia 2016 tidak lepas dari peran Gianluigi Donnarumma. Pemain muda binaan akademi sepakbola AC Milan itu kembali memberi bukti Selayak salah satu kiper hebat didunia.

Terbukti, berbasickan catatan OptaPaulo, jumlah semua Donnarumma berhasil melakukan 7 pertolongan selama 90 menit. itu ialah salah satu pertolongan paling banyak pada musim sekarang ini.

bukan sekedar itu, Donnarumma pun menjadi pahlawan menangkal Sepakan penalti yang dikerjakan Paulo Dybala. Keberhasilan itu yang bikin Milan berhasil menjadi juara Piala Super italia.

Para pemain Milan langsung lompat kegirangan sesudah Donnarumma berhasil menangkal penalti tukang serang Juventus itu.

logo