De Ligt Bisa Jadi Bek Hebat karena Terinspirasi Permainan Barcelona

32 views

De Ligt Bisa Jadi Bek Hebat karena Terinspirasi Permainan Barcelona - Permainan berkelas dari bek-bek legenda adalah komponen utama yang membentuk pemain Juventus, Matthijs De Ligt, hingga menjadi seperti sekarang. Tapi inspirasi pria asal Belanda tersebut tidak sampai di situ saja.

De Ligt dikenal sebagai bek dengan potensi besar di masa depan. Dan potensi menjanjikan itu telah diperlihatkan olehnya sejak melakoni laga debut di Ajax Amsterdam pada usia 16 tahun.

de-ligt-bisa-jadi-bek-hebat-karena-terinspirasi-permainan-barcelona

Kualitasnya semakin terasah seiring kesempatan Daftar IDN Poker bermain yang diberikan Ajax. Ia membuat publik gempar kala Ajax berhasil mencapai babak semi-final Liga Champions usai menyingkirkan Real Madrid dan Juventus.

Juventus terkesima dengan penampilannya, dan langsung bergerak cepat di bursa transfer. Pada musim panas tahun 2019 kemarin, mereka secara resmi merekrut De Ligt dari Ajax dengan mahar 75 juta euro.

De Ligt tidak hanya dibekali dengan kemampuan membaca serta mengawal pemain lawan. Ia juga paham bagaimana cara membangun permainan dari lini belakang. Skema itu sendiri banyak diterapkan oleh klub-klub besar di era sekarang.

Ia mengasahnya dengan melihat permainan tiki-taka yang dipopulerkan oleh Barcelona beberapa tahun silam. "Sejak kemunculan tim Barcelona yang itu, tim tiki-taka, semua orang ingin bermain dari lini belakang," ujarnya kepada Champions Journal.

"Dan untuk bermain dari lini belakang, anda butuh pemain bertahan yang bagus saat menguasai bola. Itulah mengapa kemampuan teknis sangat penting dalam peran saya," lanjutnya.

Pemahaman teknis bermain didapatkan De Ligt saat masih menjadi seorang gelandang. Faktanya, pemain berusia 20 tahun itu awalnya tidak ingin menjadi seorang bek. Tapi sebagai gelandang.

"Saya sering bermain di tengah, mencetak gol, memberikan assist, dan tiba-tiba mereka menganggap karir saya akan lebih baik jika mundur satu posisi, ke bek tengah," tambahnya.

"Pada awalnya saya berpikir, 'saya tidak suka menjadi bek', tapi sekarang saya mulai sadar bahwa cara saya dibesarkan ketika jadi seorang gelandang sangat membantu. Jadi, saya sangat senang ini menjadi tahap perkembangan yang harus saya lalui," pungkasnya.

Pada awal karirnya di Juventus, De Ligt sempat menjadi target kritikan karena performanya tidak sesuai dengan harapan. Namun perlahan ia mulai membaik dan membentuk benteng yang kokoh bersama Leonardo Bonucci.

logo

Tags: #De Ligt