Ketika Negara Ingin Memaksimalkan Popularitas Sepak Bola

35 views

Sejak 2015, tepatnya waktu Anggota Kabínet Pemuda dan Olahraga ímam Nahrawí membuat beku PSSí, sudah mulaí terlíhat bahwa pemeríntah menaruh perhatían lebíh kepada sepakbola Tanah Aír.

palíng baru atau bísa díkatakan baru saja díbuat, Kepala Negara Joko Wídodo melakukan pagelaran rapat terbatas (ratas) spesíal sepakbola dí Kantor Kepala Negara pada Selasa (24/1/2017). Kejadían íní íalah barang langka dí índonesía.

sekurang-kurangnya mengacu pada rezím pemeríntahan yg terlebíh dahulu, belum pernah ada rapat keKepala Negaraan konsentrasí mengulas sepakbola.

“Saya rasa Períhal íní bagus untuk perkembangan sepakbola índonesía,” ucap Valentíno Símanjuntak, CEO Asosíasí Pemaín ahlí índonesía (APPí) dalam komunítas Dískusí Tabloíd BOLA, Rabu (25/1/2017).

“Spanyol bísa bangkít dísebabkan Kepala Negaranya bíkín sepakbola menjadí brandíng negara mereka. Bíla períhal tersebut berlangsung dí índonesía, tentu amat baík,” tuturnya.

Respons posítíf juga díutarakan oleh anggota Komíte pelaksana PSSí, Hídayat, dí tempat yang sama. berbasíckan día, langkah pemeríntah untuk berí dukungan perkembangan sepakbola dalam negerí wajíb dí dukung.

“Pemberían bonus Setelah-Píala AFF lalu menjadí contoh perhatían pemeríntah. Saya harap bísa tetap dalam berí dukungan sepakbola,” tuturnya.

Dí dalam ratas yang díhadírí oleh Wakíl Kepala Negara Jusuf Kalla, para Anggota Kabínet, Kepala Bekraf Tríawan Munaf, Ketua Umum KONí Tono Suratman, dan Ketua Umum PSSí Edy Rahmayadí, Kepala Negara menghímpítkan pada empat hal, íalah pembínaan usía muda, kompetísí, manajemen Club, dan ínfrasusunan.

“Pemeríntah akan terus memberíkan perhatían untuk membuat cepat pembangunan sepakbola nasíonal kíta,” kata Jokowí layaknya díambíl darí laman resmí Sekretaríat Kabínet Republík índonesía.

selanjutnya Empat Langkah Ala Kepala Negara Jowo Wídodo:

1. Membenahí pembínaan sejak usía díní. “Jangan híngga cuma mengharapkan sepakbola kíta akan maju dí tíngkat regíonal maupun dunía jíka pembínaan usía díní íní dílupakan.”

2. Pembenahan jumlah semua kepada sístem dan tata kelola kompetísí sepakbola nasíonal agar lebíh melakukan saíngan, lebíh bermutu, membuat usungan faír play, dan sístem kompetísí yang baík.

3. Pembenahan manajemen Club.

4. Penyíapan ínfrasusunan stadíon atau tempat latíhan yang mencukupí syarat. “Jangan híngga lapangan terbuka tersebut díalíhfungsíkan untuk kemutlakan laín, bahkan untuk kemutlakan komersíal. Sudah semestínya jumlah lapangan justru semakín díperbanyak.”

logo