Menilik 11 Pemain yang Berpotensi Isi Starting XI Timnas SEA Games 2017

108 views

tidak terlalu larut dalam kesedihan.

disebabkannya, imam Nahrawi mempunyai inginan agar federasi sepakbola Tanah Air, Persatuan Sepakbola Seluruh indonesia (PSSi) langsung berbenah dan mulai Siapkan diri untuk ikuti kompetisi di ajang selanjutnyanya, SEA Games 2017 yang akan dilaksanakan di Malaysia nanti.

“Saya akan hinggakan lagi pada kompetisi selanjutnyanya, SEA Games 2017 harus disiapkan mulai sekarang. Jadi besok kembali ke Tanah Air harus disiapkan sedini mungkin untuk persiapan timnas SEA Games 2017. Saya juga akan sampikan pada PSSi siapkan untuk SEA games dri sekarang,” tutur Cak imam.

Mengaca dari kemauan Menpora tersebut, tentu PSSi harus selangsung mungkin memproduksi kerangka Timnas U-23 yang akan terjun ke ajang SEA Games tahun depan di Malaysia. Untuk itu induk sepakabola indonesia harus bergerilya melacak pemain-pemain hebat yang bisa mengibarkan Sang Saka Merah Putih di kancah internasional.

“Untuk SEA Games 2017 kita punya persiapan 8 bulan. Kita akan siapkan juga hingga ke 2018 untuk Asian Games. Kita akan cari pemain paling baik yang ada di Club-Club yang ada di indonesia,” jelas ketua umum PSSi, Edy Rahmayadi memapak kemauan Menpora, imam Nahrawi.

Terkait hal tersebut kemauan Menpora dan PSSi membangun Timnas U-23 yang kuat, mencari jalan mengulas sebelas nama pemain berbakat yang mempunyai potensi masuk starting Xi untuk SEA Games 2017 nanti.

selanjutnya ulasan singkat menimpa sebelas nama yang tampil cukup apik dalam kurun waktu satu tahun paling akhir.

1. Penjaga Gawang

Teja Paku Alam

Kiper Sriwijaya FC ini bisa menjadi pilihan di bawah mistar gawang Timnas U-23 untuk SEA Games 2017 nanti. Teja Paku Alam sendiri dipanggil ke Timnas Senior untuk Piala AFF tahun ini. Walau taki memperoleh peluang bermain, sekurang-kurangnya ia sudah belajar dan mengerti bagaimana atmosfir kompetisi melakukan saingan di level internasional.

Teja sendiri sering dipercaya oleh pengasuh Sriwijaya FC, Widodo C Putro untuk mengawal gawang tim asal Palembang tersebut. Salah satu aksi heroiknya ialah waktu menangkal Sepakan penalti dari pemain senior Persija sekalian legenda Timnas, Bambang Pamungkas, waktu Sriwijaya melawan Persija Jakarta di Gelora Bung Karno, Juni lalu.

bentuk rupanya yang tenang di bawah mistar gawang menjadi satu nilai lebih. Teja sendiri sudah pernah merasakan gelar juara iSL pada 2014 lalu.

2. Pertahanan

Hansamu Yama (Bek Tengah)

Pemain yang berposisi Selayak bek tengah ini tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Terbukti, selama diadakannya Piala AFF 2016 yang baru saja selesai, Hansamu tampil apik membuat sesuatu dua gol ke gawang Vietnam dan Thailand.

Postur tubuh yang tinggi dan tegap menjadi satu kelebihan waktu berduel udara. Tidak heran Bilamana dua golnya di Piala AFF tercipta dari heading mautnya. Pada kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) musim sekarang ini, Hamsamu juga mampu bikin 59% tekel berhasil.

Di Samping berposisi Selayak bek tengah, Hansamu juga mampu bermain Selayak gelandang bertahan. tampilan bek mempunyai usia 21 tahun selama Piala AFF 2016 juga terbukti menarik perhatian Sarana asing, Fox Sport Asia, Hansamu dilabeli ‘Temuan Berharga’.

“ia ialah salah satu bek paling baik di kopetisi. Pemain Barito Putera ini menjadi temuan berharga bagi Alfred Riedl,” bunyi artikel tersebut.

Rudolof Yanto Basna (Bek Tengah)

Walau sempat digeser oleh Hansamu Yama di beberapa kompetisi paling akhir Piala AFF, tetapi mutu Yanto Basna tidak perlu diragukan lagi. Pemain Persib Bandung tersebut menjelma menjadi salah satu bek masa depan indonesia.

mutu Yanto Basna dibuktikan waktu ia tertunjuk menjadi pemain paling baik di kopetisi Piala Jenderal Sudirman 2016 ini. tampilan tanpa kompromi menjadi ciri khasnya di lapangan, bek 21 tahun itu bahkan membuat catatan 67% persen tekel berhasil selama kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC).

cerita Yanto Basna di Piala AFF Timnas senior pastinya akan menempa mentalnya dan semakin kuat di tahun mendatang terhitung jika dipanggil ke Timnas U-23 untuk SEA Games 2017 nanti. pastinya eks pemain Mitra Kukat tersebut akan belajar dari kesalahan yg terlebih dahulu.

Putu Gede (Bek Kanan)

Pemain milik Club Bhayangkara FC ini tentu patut diperhitungkan. usianya yang tetap muda, 21 tahun ia seringkali menjadi starter di kompetisi Torabika Soccer Championship. Akurasi operan pemain kelahiran Bali tersebut menggapai 70 persen. sesuatu catatan yang bagus untuk pemain posisi Selayak bek kanan.

kelebihan lain dari Putu Gede Juni Antara ialah ia sudah pernah merasakan atmosfir kompetisi internasional, bahkan menjadi juara pada Piala AFF U-19 tahun 2013 lalu.

Bhayangkara FC, Putu Gede dikenal Selayak pemain yang cukup disiplin menjaga ruang pertahanan. Terbukti ia membuat catatan 59 persen tekel bersih.

Fatchu Rochman (Bek Kiri)

Bek kiri milik Bhayangkara FC ini ialah tipe pemain yang ofensif Walau berposisi Selayak pemain belakang. Pergerakannya yang liar di sisi kiri seringkali merepotkan pertahanan lawan, terbukti ia dilanggar dalam 20 kali peluang.

Akutarasi berondongan yang dimiliki Fatchu Rochman juga terkatakan bagus untuk pemain belakang 67%. disamping itu, pemain 21 tahun itu disiplin dalam bertahan. Catatan 54% tekel berhasil dan akurasi operan yang menggapai 71%, menjadikannya patut diperhitungkan untuk masuk skuat Timnas U-23 untuk SEA Games 2018.

Fatchu Rochman juga sudah merasakan kompetisi melakukan saingan di laga internasional, bahkan menjadi juara di Piala AFF U-19 tahun 2013 lalu sehingga mental bertandingnya tentu sudah terasah.

3. Tengah

Osvaldo Ardiles Haay (Gelandang Kanan)

Pemain 20 tahun milik Persipura Jayapura ini, langsung melakukan pengambilan perhatian pecinta sepakbola lewat aksinya menyusur sisi kanan lapangan. Tidak heran Bilamana pengasuh Mutiara Hitam Alfredo Vera sangat percayanya tampil dalam 17 kali peluang di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 ini.

keyakinan pengasuh pun dibayar lunas oleh Osvaldo Haay torehan 5 gol dan 1 assistnya. Tampil nama-nama besar layaknya Boaz Solossa, Ricardo Salampessy hingga Bio Paulin tentu menjadikan pemain 18 tahun tersebut kaya akan cerita, bahkan ia mampu membawa Persipura Menjadi Sang Juara kompetisi TSC.

Akurasi berondongan Osvaldo juga cukup tinggi yakni menggapai rata-rata 73% Sampai ini di TSC. Memang, sesuatu perjudian besar akan dikerjakan jika memanggil pemain ini ke SEA Games. akan tetapi ada sisi positif yang akan didapat yakni menempa mental bertanding di level internasional.

Evan Dimas Darmono (Gelandang Tengah)

Kemampuan pemain yang satu ini memang tidak usah diragukan lagi. Evan Dimas ialah eks kapten Timnas U-19 kala Menjadi Sang Juara Piala AFF 2013 lalu. Visi bermainnya yang luar biasa juga menjadikannya dipanggil ke Timnas Senior untuk berkompetisi di Piala AFF tahun ini.

disebabkan kemampuannya tersebut, Evan Dimas bahkan mendapat undangan untuk berlatih Club La Liga, Espanyol. Pada kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) tahun ini, pemain 21 tahun tersebut mampu menorehkan 5 gol dan satu assist, sesuatu catatan apik untuk seoarang geladnag tengah.

Sosok Evan Dimas bisa menjadi salah satu sosok kunci jika dipanggil ke Timnas U-23 untuk SEA Games 2017 nanti. Akurasi operannya menggapai 85% di TSC musim sekarang ini. Pemain Bhayangkara FC ini juga dikenal Selayak pemecah kebuntuan dan mampu mengacaukan konsentrasi lawan lewat pergerakan dan umpan-umpan mematikan.

M. Hargianto (Gelandang Bertahan)

Sosok yang satu ini juga ialah kunci berhasil kala Timnas U-19 Menjadi Sang Juara Piala AFF tahun 2013 lalu. bentuk rupanya yang tetap di lini tengah kala berduet Evan Dimas amat susah ditembus pemain lawan.

Tidak heran Bilamana Hargianto terus menjadi pilihan utama di Bayangkara FC selama mengarungi kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. tiga gol dan empat assist sudah diciptakan pemain 20 tahun tersebut dalam 31 bentuk rupanya di TSC.

Karakternya yang sering menghalau dan mengakibatkan mengakibatkan kerusakan pertahanan lawan menjadikannya cocok Selayak pilihan gelandang bertahan di Timnas U-23 untuk SEA Games 2017. Catatan akurasi operannya ialah 75 %, dribel berhasil 79% dan tekel berhasil yakni 52% selama diadakannya TSC musim sekarang ini.

Miftahul Hamdi (Gelandang Kiri)

Mungkin nama yang satu ini terdengar aneh bagi sebagian pecinta sepakbola Tanah Air. Akan tetapi di bawah asuhan dan tangan dingin indra Sjafri, Miftahul menjelma menjadi sosok yang perlu diwaspadai jika bergerak dari sisi kiri.

Kecepatan dan naluri membuat sesuatu gol dari Miftahul cukup tinggi. Terbukti, ia bahkan mampu melesakan 4 gol sekalian ke gawang PS TNi kala timnya, Bali United menggasak PS TNi skor telak 4-2 pada November lalu di Stadion Pakansarim, Bogor.

Akurasi berondongannya tercatat diangka 53% dan akurasi operannya menggapai 82%. Dalam 23 kali peluangnya bermain di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC), Miftahul berhasil membuat sesuatu 5 gol dan dua assist. Pemain 21 tahun tersebut sering merepotkan dalam pergerakannya, terbukti ia cukup sering dilanggar jumlah semua 26 kali.

Paulo Sitanggang (Gelandang Tengah)

Bermain Barito Putera yang notabene Club kecil memang tidak terlalu menjadi tinggikan nama Paulo Sitanggang. akan tetapi, kemampuan pemain 21 tahun tersebut tidak perlu diragukan lagi. ia ialah salah satu sosok mutlak waktu Timnas U-19 menjadi juara di Piala AFF athun 2013 lalu.

Paulo Sitanggang sendiri ialah tipe gelandang pekerja keras, ia bisa bergerak dibelakang striker, melacak ruang, maupun lakukan tindakan sebagi pemantul bola yang akan meringankan teman-temannya yang lain. Catatannya selama bermain 29 kompetisi di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 ini juga cukup bagus. ia mempunyai akurasi Sepakan menggapai 64%, akurasi operan 83%, dribekl berhasil 64% dan tekel berhasil 50%.

Jika kembali disandingkan Evan Dimas dan M. Hargianto, tentu mereka akan memproduksi trisula maut di lini tengah. Kekompakan dan saling pengertian tentu sudah terjalin antara ke-3nya disebabkan sama-sama ialah alumni U-19.

4. Depan

Dendy Sulistyawan

Tidaklah sukar untuk menjadi penentu sosok yang satu ini untuk menjadi ujung tombak di lini depan Timnas U-23 kedepannya. Catatan 7 gol dan 5 assist jadi bukti nyata bahwa ia ialah seorang predator di kotak penalti.

Menariknya, Walau Persela Lamongan banyak mempunyai striker senior, Dendi senantiasa menjadi pilihan utama Walau usianya baru 20 tahun. ia bahkan sempat masuk proyeksi Timnas senior di bawah asuhan Alfred Riedl, sayangnya ia kalah saing striker mengisahkan layaknya Boaz Solossa maupun Ferdinan Sinaga.

Pergerakan Dendi di kotak penalti juga sering merepotkan pertahanan lawan, terbukti ia dilanggar sebanyak 51 kali selama diadakannya TSC. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa pemain lawan menganggap Dendi Selayak sesuatu ancama bila dibiarkan berdiri bebas.

logo