Uston Nawawi, Asisten Pelatih Persebaya Berstatus Direktur Teknik

12 views

Uston Nawawi, Asisten Pelatih Persebaya Berstatus Direktur Teknik - Uston Nawawi sehari-hari bertugas sebagai asisten pelatih Persebaya Surabaya. Dia bersama asisten pelatih Bejo Sugiantoro menolong kerja pelatih kepala Aji Santotoso menanggulangi Ruben Sanadi dkk.

Trio pelatih itu dianggap cocok Taruhan Bola menanggulangi Persebaya Surabaya gara-gara semasa bermain mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia 1996-1997. Tapi, jabatan Uston secara resmi bukan asisten pelatih. Dia terdaftar sebagai direktur teknik.

Sekretaris tim Persebaya, Ram Surahman, memaparkan jabatan direktur tehnik itu hanya untuk mengakibatkan Uston mampu duduk di bench saat pertandingan. Tugas mantan pelatih Persebaya U-20 itu selalu jadi asisten pelatih.

“Kalau coach Uston didaftarkan sebagai pelatih fisik tidak pas. Apalagi kalau kitman. Slot yang paling terlalu mungkin dalam pendaftaran adalah direktur tehnik agar mampu di bench. Dia selalu jadi assiten pelatih,” kata Ram kepada Bola.com, Kamis (7/11/2019).

Sekilas, tak tersedia slot lagi yang tersisa untuk Uston, tak hanya kitman dan interpreter. Pelatih fisik Persebaya sudah dihuni oleh Danang Suryadi, demikianlah halnya bersama pelatih kiper yang dijabat oleh Miftahul Hadi.

Masalahnya, PT LIB lewat Regulasi Liga 1 2019 memang membolehkan jabatan asisten pelatih dihuni oleh dua orang sekaligus.

Dalam Pasal 30 ayat 5, tercantum lebih dari satu jabatan dalam klub yang memperbolehkan duduk di bench, di antaranya adalah manajer tim, pelatih kepala, dokter tim, asisten manajer, asisten pelatih, pelatih penjaga gawang, pelatih fisik, sarana officer, interpreter, security officer, direktur teknik, fisioterapis, dan kitman.

Penjelasan ayat 5 lantas menyantumkan tambahan bersama bunyi sebagai berikut:

“Seluruh jabatan tersebut hanya mampu didaftarkan untuk 1 personel (contoh: tidak diperbolehkan asisten manajer 1, asisten manajer 2, dan lain-lain). Kecuali untuk jabatan asisten pelatih dan kitman diperbolehkan didaftarkan lebih berasal dari 1 personel.”

Ayat itu sudah paham memperbolehkan setiap klub mendaftarkan dua asisten pelatih. Lalu, mengapa Persebaya tidak memasukkan Uston sebagai asisten pelatih layaknya Bejo.

“Saat memasukkan data, asisten pelatih hanya diperbolehkan satu. Kalaupun ternyata mampu dua, berasal dari awal kami tentu daftarkan coach Uston sebagai asisten pelatih. Ternyata kan tidak. Dalam datanya LIB tidak bisa,” imbuh Ram lagi.

Terlepas berasal dari permasalahan ini, Uston memenuhi kualifikasi yang diatur oleh regulasi tersebut untuk dua posisi tersebut di Persebaya Surabaya. Baik direktur tehnik maupun asisten pelatih sama-sama wajib memegang lisensi B AFC.

logo

Tags: #Pelatih Persebaya